Coba deh berhenti sejenak, aku mau tanya satu hal saat ini kamu lagi benar-benar jadi diri sendiri, atau jangan-jangan kamu cuma lagi sibuk memerankan versi yang orang lain mau lihat? Kita sering banget terjebak di siklus yang melelahkan setiap hari. Lagi asyik scrolling HP, lihat kehidupan orang lain yang kelihatannya sempurna, lalu tiba-tiba muncul perasaan ragu. Serius deh, sudah berapa kali kamu menahan diri untuk melakukan sesuatu hanya karena takut dinilai “aneh” atau “sok asyik” sama orang lain?

Mungkin kamu pernah merasakannya mau posting karya atau pendapat di media sosial tapi mikirnya sampai dua kali, lalu akhirnya dihapus lagi. Mau bicara di depan umum atau sekadar angkat bicara di sebuah forum, tapi lidah terasa kelu karena khawatir di judge atau salah ucap. Akhirnya, kamu lebih memilih diam, memendam potensi itu, dan berakhir overthinking sendirian sampai pagi.

Tanpa sadar, dengan terus-menerus mengikuti standar atau “ekspektasi” orang lain, kamu sedang pelan-pelan “ngecilin” volume potensi besar yang ada di dalam dirimu sendiri. Kamu merasa stuck dan jalan di tempat bukan karena kamu nggak mampu secara teknis, tapi karena energimu habis terpakai hanya untuk memikirkan “kata orang nanti apa ya?”. Padahal, suara-suara itu seringnya cuma ada di kepala kita sendiri.

Coba deh kita ganti cara pikirnya, nggak semua orang harus suka sama kamu. Dan jujur saja, itu nggak apa-apa banget. Menjadi jujur pada diri sendiri itu rasanya jauh lebih lega daripada harus terus-menerus pakai “topeng” berat demi menyenangkan semua pihak yang bahkan mungkin nggak peduli-peduli amat sama prosesmu. Lalu, gimana cara mulainya? Nggak perlu langsung berubah drastis jadi pahlawan dalam semalam. Cukup mulai dari keberanian-keberanian kecil yang konsisten seperti berani menyuarakan pendapat, berani menunjukkan karya, dan berani tampil beda.

Satu hal yang perlu kita ingat baik-baik percaya diri itu nggak datang tiba-tiba jatuh dari langit. Rasa percaya diri itu adalah sebuah “otot”. Dia dibangun dan diperkuat dari serpihan keberanian kecil yang kamu kumpulkan setiap hari. Semakin sering kamu berani jadi diri sendiri, semakin kuat pula mentalmu menghadapi dunia.

Kalau kamu terus-menerus sembunyi di balik bayang-bayang orang lain, kapan duniamu bakal tahu warna asli yang kamu punya? Kamu mau terus merasa bebas tapi semu, atau mulai detik ini kamu berani melangkah keluar sebagai dirimu yang asli? Dunia ini sudah terlalu penuh dengan versi tiruan dari orang lain. Dunia nggak butuh itu lagi. Yang dunia butuhkan adalah kamu sosok yang berani berdiri tegak dengan jati dirinya sendiri. Berani, yuk? Kita mulai dari langkah kecil sekarang juga.